Beberapa Contoh Lawas Sumbawa

1
Diposkan oleh Label: di





Contoh LAWAS  :

Kantap kusepan Bismillah
Kenang samula balawas
Idung mata dadi mengas

Pekat tanenang bakolar
Kuku - kolo saleng balas
Cece we maras balawas

Coba katoan lako let
Apa bowat umak aris
Saling katik siyer lawas

Tu loka beyang nasehat
Tu tarima kewa mengas
Puji nene kenang lawas


Contoh Lainnya


 Ka mu pendi mares pendi
Na mu saying mara kemang
Mara me lema na bosan

Kemang kuning si parana
Ka tungku bulan les mamung
No si mara mayang buah

Long lolo buah kemang ba
No ku beang reso kembo’
Mayang masih kembas diri

Contoh lawas

Na Mara Kemang Tamuruk
Kekar Asar Gugir Subu
Maras Si Konang Sangara.

Lawas ini mengingatkan pengantin baru agar tidak seperti Bunga Oyong ( Tamuruk ) yang mekarnya sore hari namun gugur dan layu diwaktu subuh. Maknanya ; bahwa apalah artinya membangun sebuah rumah tangga yang hanya sesaat, padahal siapapun pasti menginginkan rumah tangga itu kekal sepanjang hidup. Dari itu itu orang tua berharap, agar rumah tangga itu bisa bertahan hingga ajal menjemput seperti yang terlukis dari sebuah lawas :

Mara Punti Gama Anak
Den Kuning No Tenri Tana’
Mate’ Bakolar Ke Lolo

Pohon pisang dilambangkan sebagai contoh yang pantas ditiru,walaupun dahannya mati dan menguning ia takkan lepas dari pohonnya.


Dari sebuah catatan, bahwa kehadiran Lawas bagi masyarakat Sumbawa pada awalnya berperan sebagai media ekspresi batin manusia dan sebagai perekam peristiwa yang terjadi di seputarnya. Apa yang tampak atau yang dipikirkan oleh masyarakat Sumbawa tempo dulu biasanya akan disampaikan melalui Lawas. Lawas seperti ini disebut pula dengan Lawas Loka karena sebagian besar lawas-lawas itu masing-masing bercerita tentang masanya. Sebuah contoh ketika orang-orang Makasar mulai berdatangan ke Sumbawa, orang-orang tua dahulu mencatat dan melukiskan sekaligus sebagai sebuah peringatan bagi anak dadi nya ( anak,keponakannya ) dengan sebuah Lawas.

Mana Si Kapasal Cinde
Min Kadadi Tali Lampak
Ya Rik Repa’ Si Leng Tau.

Mana Si Kapasal Lutung
Lamin Dadi Lapis Songko
Soan Jonyong Si Leng Tau

Makna bait pertama lawas diatas : Walaupun kita datang dari keturunan orang mulia, orang berada dlsb namun jika perangai dan sikap kita tidak terjaga apalagi menunjukkan kesombongan dan bangga akan kelebihan yang kita miliki maka pasti akan dicampakkan oleh orang lain. Bait pertama lawas diatas menceritakan bagaimana dahulu itu orang-orang Makassar datang dengan segala kebesaran dan kekayaan yang melimpah ruah ditambah dengan pengikut yang sangat banyak. Begitu pula dengan penampilan dari sebagian besar diantara mereka yang cenderung menganggap hina penduduk asli yang rata-rata tidak memiliki harta dan dari keturunan rakyat biasa. Lalu sebagian orang Sumbawa saat itu kebanyakan pula mengikuti pola tingkah para pendatang itu sehingga orang-orang seperti itu dijuluki oleh orang-orang tua dahulu dengan sebutan Tanja Makassar.

1 komentar:

Back to Top
cikiciuw